Universitas Mayjen Sungkono Tingkatkan Kualitas Pelayanan Tendik melalui Workshop Service Excellence

foto workshop maks 2mb
Workshop Service Excellent Mayjen Sungkono

Universitas Mayjen Sungkono (Unimas) Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan peningkatan kompetensi tenaga kependidikan (tendik) yang dikemas dalam rangkaian Workshop The Service Excellence Experience, Sosialisasi PPKPT, Evaluasi Kinerja, serta pengembangan kompetensi tenaga kependidikan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Mayjen Sungkono pada Selasa, 11 Agustus 2026, dan diikuti oleh tenaga kependidikan dari berbagai bagian di lingkungan universitas. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong terciptanya budaya kerja yang profesional sekaligus meningkatkan mutu layanan kepada mahasiswa, dosen, maupun masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Rektor Universitas Mayjen Sungkono, Dr. Fajar Purwanto, S.Ked., S.M., M.M. Dalam arahannya, pengembangan kapasitas tenaga kependidikan tidak hanya dipandang dari sisi kemampuan menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi juga mencakup kemampuan membangun komunikasi, memberikan respons yang tepat, serta menciptakan pengalaman layanan yang positif bagi pengguna layanan pendidikan.

Salah satu sesi yang menjadi perhatian dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah Workshop The Service Excellence Experience. Sesi ini menghadirkan Meriana Candra Kurniasari, S.Pd., M.Pd., CEO PROBEST Professional Indonesia, sebagai pemateri.

Melalui workshop tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai konsep pelayanan prima dan penerapannya dalam lingkungan perguruan tinggi. Pelayanan tidak hanya dipahami sebagai aktivitas memberikan bantuan, tetapi juga sebagai proses membangun kepercayaan, memberikan solusi, serta menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengguna layanan.

Dalam konteks perguruan tinggi, tenaga kependidikan memiliki posisi yang sangat penting karena berhadapan langsung dengan berbagai kebutuhan mahasiswa, dosen, orang tua, maupun masyarakat. Oleh sebab itu, kemampuan berkomunikasi secara efektif, bersikap profesional, memahami kebutuhan pengguna layanan, dan memberikan solusi secara cepat menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan kampus.

Workshop tersebut juga mendorong peserta untuk melihat pelayanan dari perspektif pengguna. Dengan memahami harapan dan kebutuhan penerima layanan, tenaga kependidikan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih responsif, ramah, solutif, dan konsisten.

Selain penguatan pelayanan prima, agenda kegiatan juga mencakup Sosialisasi PPKPT dengan tema “Tenaga Kependidikan Berdaya, Kampus Mayjen Sungkono Terjaga: Menjadi Garda Terdepan dalam Mewujudkan Lingkungan Bebas Kekerasan, Intoleransi, Narkoba, dan Bullying.”

Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya keterlibatan seluruh unsur kampus dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Tenaga kependidikan tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam memberikan layanan administratif, tetapi juga mempunyai peran dalam menjaga suasana kampus yang sehat, inklusif, dan saling menghormati.

Sosialisasi PPKPT menghadirkan M. Bachtiar Ubaidillah, S.Pd., M.Pd.I. sebagai narasumber. Peserta diajak memahami bentuk-bentuk perilaku yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan lingkungan pendidikan serta langkah yang dapat dilakukan untuk membangun budaya kampus yang bebas dari kekerasan, intoleransi, narkoba, dan perundungan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan evaluasi kinerja dan pengembangan kompetensi tenaga kependidikan bersama Dr. Setyaasih, M.M. Evaluasi ini menjadi sarana bagi institusi untuk melihat perkembangan kinerja, mengetahui aspek yang masih perlu diperbaiki, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kependidikan.

Melalui kegiatan tersebut, Universitas Mayjen Sungkono tidak hanya berfokus pada pencapaian target pekerjaan, tetapi juga berupaya membangun pola kerja yang berorientasi pada kualitas. Tenaga kependidikan diharapkan mampu beradaptasi terhadap perubahan, meningkatkan profesionalitas, serta memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap pelayanan dan penyelenggaraan pendidikan.

Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarunit kerja di lingkungan Universitas Mayjen Sungkono. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia dinilai memiliki peran penting dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi yang semakin efektif dan berorientasi pada kepuasan pengguna layanan.

Dengan adanya workshop pelayanan prima, sosialisasi PPKPT, evaluasi kinerja, serta pengembangan kompetensi, Universitas Mayjen Sungkono terus mendorong terbentuknya tenaga kependidikan yang profesional, adaptif, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kualitas pelayanan.

Melalui penguatan kompetensi tersebut, diharapkan budaya pelayanan yang positif dapat semakin berkembang di lingkungan kampus sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan serta menciptakan pengalaman pendidikan yang lebih baik bagi seluruh sivitas akademika dan masyarakat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *